Tentang Banyuwangi

Hai, guys..
Kita ketemu lagi. Kali ini aku mau share tentang daerah asalku, yaitu Banyuwangi tercinta. Kalian udah tau tentang budaya, tempat wisata, dan makanan khas dari Banyuwangi belum? Kalo belum, kalian wajib baca artikel ini.

Banyuwangi itu kota yang indah, kota yang damai, masih kental adat dan budayanya, dan banyak tempat wisata yang menarik. Tempat wisata nomor 1 disana itu adalah Blue Fire yang berada di kawah Gunung Ijen. Perlu kalian tahu, Blue Fire di Indonesia cuma ada di Banyuwangi untuk di negara Indonesia. Kalo kalian ingin lihat fenomena alam ini kalian harus mendaki di tengah malam.
Tuh gambarnya, keren kan.. Yang dari luar kota Banyuwangi wajib mampir kesini nih. Dijamin gak bakal nyesel.





Masih banyak lagi tempat wisata yang tentunya panoramanya juga nggak kalah dari tempat wisata lainnya. Ada Pantai Watu dodol
Taman Nasional Alas Purwo
Pulau Merah







Itu masih beberapa, guys.. Masih banyak yang lain.
Kalian juga wajib nyicipin kuliner khas Banyuwangi yang menggugah selera.
Yang pertama rujak soto.


Rujak soto itu campuran dari rujak sayur yang disiram dengan soto babat.Rasanya itu nggak bisa ditebak, tapi sekali nyicipin pasti dibuat ketagihan. Makanan ini banyak dijual di pinggir jalan di wilayah Banyuwangi. Beberapa tahun yang lalu, Pemerintah Banyuwangi juga pernah mengadakan Festival Rujak Soto.




Yang kedua pecel pitik.


 Pecel pitik di Banyuwangi itu istimewa, guys. Karena menu ini bukan menu sembarangan, itu adalah menu yang turun-temurun dan merupakan menu utama masyarakat Using. Kalo kalian berkunjung ke desa Kemiren yang adat Usingnya masih kental banget, pasti kalian akan disuguhi menu tersebut yang ketika masaknya itu tidak dicicipi oleh yang memasak. Itu adalah bentuk rasa menghargai dari masyarakat Using tersebut.


Yang ketiga sego tempong 


 Sego tempong untuk bahan utama pada  umumnya hampir sama dengan lalapan. Hanya yang membedakan itu rasa pedas pada sambal yang disajikan. Saking pedasnya rasanya itu seperti ditempong atau bahasa Indonesianya ditampar.





Yang keempat ada kue bagiak



 Kue bagiak yang satu ini sangat populer di Kota Banyuwangi, guys. Rasanya itu gurih, biasanya ketika hari raya atau hajatan, kue ini pasti disuguhkan.





Nah, sekarang kita membahas tentang budaya Banyuwangi. Budayanya itu banyak guys, sampai sekarang pun masih kental banget. Misalnya saja ada tari gandrung, tari seblang, kebo-keboan, barong kemiren, dll.
Tari Gandrung biasanya setiap ada hajatan apapun pasti untuk pembuka disuguhkan tarian tersebut. Dan tiap tahun pun di Banyuwangi juga mengadakan pertunjukan Sewu Gandrung yang diikuti ooleh hampir seribu peserta siswa-siswi Banyuwangi dengan barisan yang membentuk tulisan I LOVE BWI, tepatnya lokasinya berada di Pantai Boom.

Tari seblang, tarian ini adalah tarian paling sakral, karena tarian ini hanya bisa ditarikan oleh wanita yang belum balig ataupun yang sudah menopause tetapi dirasuki roh penari.




Kebo-keboan adalah tarian asli Banyuwangi yang tiap tahun hanya diadakan di Desa Alasmalang dan Desa Aliyan. Masyarakat Banyuwangi yang mayoritas petani menganggap  ritual sakral ini sebagai wujud syukur terhadap yang Maha Kuasa. Ritual ini menggunakan kerbau sebagai sarana upacara. Namun, kerbau yang digunakan binatang jadi-jadian yakni manusia berdandan mirip kerbau, lalu beraksi layaknya kerbau di sawah.  Ritual kebo-keboan digelar setahun sekali pada bulan Muharam atau Suro (penanggalan Jawa).
Itulah beberapa yang  khas dari Banyuwangi. Kalo ingin tahu lebih lanjut, yuk kita berkunjung ke kota Sunrise of Java ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar